Candi Plaosan, Candi Budha Cantik di Perbatasan

Siang yang sangat terik saat itu, saya dan keluarga berkeinginan untuk menyambangi salah satu candi yang terkenal akhir – akhir ini yaitu Candi Plaosan. Kami yang baru saja dari Kota Jogja tak ingin melewatkan kesempatan untuk singgah di candi tersebut sebelum pulang ke rumah. Kebetulan letaknya yang berada tak jauh dari Jalan Jogja – Solo membuat kami semakin penasaran untuk melihatnya.

Rute Menuju Candi Plaosan

Jalan menuju Candi Plaosan sangat mudah, letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan yaitu sekitar 2 km saja. Ketika sampai di simpang empat Prambanan,  Anda harus belok kiri (utara) apabila dari Yogyakarta, namun jika Anda dari Solo maka Anda harus belok kanan. Berikut map lokasi Candi Plaosan jika berangkat dari Candi Prambanan.

petacandiplaosan-jpg
Rute Menuju Candi Plaosan (sumber : google.com)

Tidak perlu khawatir setelah itu, karena terdapat petunjuk arah hingga mencapai Candi Plaosan di sepanjang jalan tersebut. Kondisi jalan menuju kawasan tersebut tidaklah terlalu lebar dan bagus, tetapi cukup untuk berpapasan dua mobil berukuran sedang. Di sekeliling jalan tersebut terdapat kantor Kecamatan Prambanan dan perkantoran lainnya, Hotel Galuh Prambanan, pusat oleh – oleh bakpia Mutiara, dan lainnya.

Setelah mengikuti petunjuk jalan tersebut, kami sampai di Kawasan Wisata Candi Plaosan. Sebenarnya dari  kejauhan juga sudah terlihat Candi Plaosan Lor yang begitu cantik.

p_20160917_142100
Petunjuk Arah Menuju Candi Plaosan (sumber :pribadi)

Di lokasi tersebut memang tidak ada tanda khusus kawasan wisata candi tetapi terdapat keramaian di sekitar candi yang menandakan bahwa tempat tersebut adalah kawasan wisata. Pemerintah mungkin perlu untuk memberi tanda bahwa tempat tersebut merupakan kawasan wisata sehingga pengunjung dapat mengetahui dan bisa dijadikan tempat berfoto narsis. He.,.

Walaupun terdapat petugas parkir, namun kami hanya bisa parkir di pinggir jalan saja karena memang belum terdapat tempat parkir yang khusus. Tempat parkir tersebut menjadi satu tempat dengan warung makan, tempat jualan oleh – oleh dan souvenir. Tarif parkir mobil disana seharga Rp 5000 untuk sekali parkir…. He.,.  Lumayan mahal untuk parkir yang berada di pinggir jalan… Mungkin biar murah pakai motor atau sepeda aja ya? He.,.

p_20160917_144220
Lokasi warung makan, souvenir, oleh-oleh dan parkir (sumber :pribadi)

Komplek Wisata Candi Plaosan

Candi Plaosan terletak perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi D.I. Yogyakarta namun masih termasuk ke dalam ke Provinsi Jawa Tengah. Lokasi Candi Plaosan tepatnya terletak di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Letaknya tidak jauh dari candi Prambanan yaitu sekitar 2,5 km saja.

p_20160917_142557
Komplek Candi Plaosan Lor (sumber :pribadi)

Candi Plaosan terdiri dari Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Candi Plaosan Lor berukuran lebih luas dan lebih banyak candi di dalamnya. Sedangkan Candi Plaosan Kidul terletak di sebelah selatan Candi Plaosan Lor sesuai dengan namanya. Candi Plaosan yang merupakan candi Buddha ini oleh para ahli diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Hindu, yaitu pada awal abad ke-9 M. Salah satu pakar yang mendukung pendapat itu adalah De Casparis yang berpegang pada isi Prasasti Cri Kahulunan (842 M). Dalam prasasti tersebut dinyatakan bahwa Candi Plaosan Lor dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan, dengan dukungan suaminya. Menurut De Casparis, Sri Kahulunan adalah gelar Pramodhawardani, putri Raja Samarattungga dari Wangsa Syailendra. Sang Putri, yang memeluk agama Buddha, menikah dengan Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya, yang memeluk agama Hindu.

Pendapat lain mengenai pembangunan Candi Plaosan ialah bahwa candi tersebut dibangun sebelum masa pemerintahan Rakai Pikatan. Menurut Anggraeni, yang dimaksud dengan Sri Kahulunan adalah ibu Rakai Garung yang memerintah Mataram sebelum Rakai Pikatan. Masa pemerintahan Rakai Pikatan terlalu singkat untuk dapat membangun candi sebesar Candi Plaosan. Rakai Pikatan membangun candi perwara setelah masa pembangunan candi utamanya.

Candi Plaosan Lor terdiri dari 2 candi utama, 2 stupa perwara, 3 candi perwara, 3 pintu gerbang, 4 candi pathok, dan pendopo. Sedangkan Candi Plaosan Kidul terdiri dari 6 candi perwara saja.

Candi Plaosan Lor

Setelah melihat – lihat sekilas, kemudian kami memasuki komplek candi plaosan lor dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 3000,00 per orang. Kami juga diminta menulis buku tamu….. Kaya resepsi aja ya?? He.,.

p_20160917_142743
Bapak Angga sebagai petugas loket sedang melayani pengunjung (sumber : pribadi)

Disana memang terdapat petugas loket resmi yang berasal dari Dinas Pariwsata dan Kebudayaan Kabupaten Klaten yang bernama Angga. Dua orang satpam pun menemai tugas Bapak Angga untuk melaksanakan tugasnya. Masih sangat tradisional dalam sistem karcis ini namun tampaknya telah ada perbaikan dalam administrasinya karena dulu sempat gratis untuk masuk ke dalamnya.

Candi  ini memang masih kalah popular dengan candi tetangganya yaitu Candi Prambanan, namun jumlah pengunjung saat itu cukup ramai. Dari kejauhan mereka terlihat asyik mengabadikan foto Candi Plaosan tersebut.

p_20160917_142953
Candi Utama Plaosan (sumber : pribadi)

Kami memasuki komplek candi Plaosan Lor. Candi  ini terdiri dari 2 Candi Utama Utara dan Candi Utama Selatan. Selain itu juga terdapat dua Candi Perwara. Di dalam kompleks terlihat candi – candi tersebut belum selesai diperbaiki dengan masih banyaknya bongkahan – bongkahan batu yang masih belum tersususn rapi. Tapi hal tersebut tidak menyurutkan niat kami untuk melihat candi – candi itu. Di dalam kompleks candi lor terdapat tulisan – tulisan mengenai candi plaosan, mulai dari peresmian kawasan wisata, peresmian pemugaran hingga deskripsi Candi Plaosan.

Menurut Bapak Angga, Pengunjung disana rata- rata 50 -100 per hari. Lumayan banyak jika dibandingkan sebelumnya yang kurang dari 50. Ternyata selain wisatawan domestik, Candi Plaosan juga sudah dikenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara loh…. Keren…

p_20160917_143650
Wisatawan asing mengunjungi Candi Plaosan (sumber : pribadi)

Candi Plaosan Kidul

Sedangkan Candi Plaosan Kidul terletak di selatan Candi Plaosan Lor, dipisahkan oleh jalan dan kampung penduduk setempat. Tetapi sangat berbeda dengan Candi Plaosan Lor, di Candi Plaosan Kidul masih banyak candi yang mengalami pemugaran. Pada kompleks ini terdapat dua candi perwara candi yang baru selesai dipugar, sedangkan lainnya masih dalam tahap pemugaran. Untuk tiket dan fasilitas berbeda dengan candi plaosan karena masih gratis.

thearoengbinagprojectedit.jpg
Candi Plaosan Kidul (sumber : thearoengbinangproject.com)

Fasilitas Komplek Wisata Candi

Fasilitas di komplek Candi Plaosan Lor sangatlah minim. Toilet dan mushola sudah ada namun minim rambu petunjuk sehingga pengunjung banyak yang tidak tahu. Tempat parkir pun tidak ada, tempat istirahat hanya kursi dengan pohon sebagai peneduh, dan warung – warung merupakan hasil swadaya warga sekitar yang mungkin harganya bisa mahal. Untuk itu perlu ditingkatkan fasilitasnya supaya pengunjung merasa nyaman untuk berwisata.

Selain sejarahnya, yang paling mengagumkan di kawasan ini adalah pemandangannya karena berada di tengah – tengah sawah. Disarankan anda untuk mengunjungi candi ini pada pagi hari atau sore hari. Selain supaya tidak terlalu panas, pemandangan sunrise ataupun sunset akan didapatkan dengan hasil yang sangat menarik. Tak heran bila kawasan wisata ini sangat banyak untuk dikunjungi oleh para pecinta sepeda dan fotografi terutama di pagi hari maupun sore hari. Karena selain tiket murah, kawasan candi ini juga menyajikan udara yang segar dan titik fotografi yang memukau.

Karena kebetulan kita kesana siang hari jadi tidak bisa mengambil foto pada saat sunset. He.,.Jadi saya tampilkan saja foto dari teman – teman fotografer saya sajikan sebagai gambaran berikut ini

siluet-plaosan-jejaktraveling-com
Senja di Candi Plaosan (sumber : jejaktraveling.com)
retnamudiasih
Candi Plaosan karya Widarko Hartono (sumber :retnamudiasih.com)

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah)

Sumber : – Buku Sejarah Candi Plaosan karya Drs. R.M. NG. Darto Saputro

– candi.perpusnas.go.id

Taman Balekambang, Pesona Sejarah yang Tak Lekang oleh Jaman

img-20161010-wa0019
Taman Balekambang (sumber : pribadi)

Minggu pagi, kami berencana ke Solo untuk mengantar adik mengikuti suatu acara. Waktu yang ditempuh sekitar 1 jam dari tempat tinggal kami yaitu di Klaten. Setelah mengantar adik, kami pun ingin jalan – jalan ke taman yang cukup bersejarah di kota Solo yaitu Taman  Balekambang. Saya, istri dan anak kami pun segera menuju  ke Taman Balekambang.

 

Bagaimana sejarah Taman Balekambang?

Perlu anda ketahui bahwa nama Balekambang, berasal dari gabungan kata bale (Balai) dan kambang (Mengapung), hal itu dikarenakan terdapat sebuah balai diatas telaga. Karena balai yang mengapung tersebut terletak di antara pepohonan besar dan rindang, maka menjadi disebut taman. Taman Balekambang dibangun oleh KGPAA Mangkunagara VII pada 1921. Telaga yang terdapat di taman tersebut biasa disebut Partini Tuin yang berarti taman air Partini , sebuah nama untuk mengabadikan putri pertama tercinta yang bernama Partini. Sedangkan hutan yang rindang dikawasan tersebut dinamanakan dengan putri keduanya yaitu Partinah Bosch, yang berarti hutan kota Partinah. Sejak saat itu aneka kesenian tradisional, termasuk tarian dan sering digelar di sana, dan pentas ketoprak digelar rutin tiap malam.

img-20161010-wa0025
Papan Sejarah (sumber : pribadi)

Lanjut ke jalan – jalan……

Sesampai di lokasi ternyata sudah sangat ramai pengunjung, mungkin karena hari minggu jadi banyak yang sedang rekreasi. Setelah parkir denga tarif Rp 5000, kami memasuki kawasan taman balekambang. Ternyata masih seperti dulu yaitu GRATIS bagi pengunjung…. Asyik ya… He.,.

img-20161010-wa0014
Pintu gerbang taman balekambang (sumber : pribadi)

Memasuki gerbang taman balekambang, saya cukup heran dengan perubahan yang terjadi di Taman Balekambang. Hal itu karena dulu taman balekambang dikenal sebagai kawasan yang kumuh, kotor dan gelap. Tetapi sekarang sangat bagus dan cocok untuk dijadikan tempat rekreasi kelaurga terutama untuk anak – anak. Lama ga berkunjung ternyata banyak perubahan yang lebih baik…..

Lokasi pertama yang kami kunjungi yaitu Taman Reptil Balekambang, hal itu dikarenakan si kecil sangat suka dengan binatang sehingga pasti dia suka ke kebun binatang mini di Taman Balekambang tersebut. Memasuki taman reptile tersebut dikenakan biaya sebesar Rp 5000 per orang dewasa.

taman-reptil-disolo
Taman Reptil Balekambang (sumber : disolo.com)

Di dalamnya ternyata tidak hanya binatang berjenis reptile saja, tetapi ada juga burung, monyet, dll. Mereka terlihat di beberapa kandang kecil yang terdapat disana. Bahkan ada juga monyet yang sengaja dilepas disana untuk menarik perhatian pengunjung.

Ternyata si kecil memang suka binatang, keturunan ibunya kali ya…. He.,. Dia terlihat senang sekali ketika melihat burung – burung berkumpul dan berterbangan. Dia ingin mengejar dan menangkapnya.. tapi ya namanya burung kalau mau ditangkap ya langsung terbang…. He,. Kemudian setelah itu melihat monyet – monyet, buaya, ular, iguana dll.

Si kecil suka melihat dan mengejar burung (sumber : pribadi)

Kami pun menyempatkan untuk berfoto bersama burung kakatua. Setelah berfoto bersama burung kakaktua, kami pun segera keluar dan memutari taman balekambang. Fasilitas buat rekreasi keluarga sangat cocok dan sangat lengkap. Dibuktikan dengan banyaknya pengunjung keluarga beserta anak – anaknya.

Disana dalam taman balekambang terdapat kolam renang untuk bermain anak, bebek air yang dapat memutari telaga, arena permainan anak, arena outbond dll. Kami sebenarnya ingin mencoba bebek air tetapi karena ada acara lain jadi belum sempat untuk mencoba. Mungkin  lain kali ya.. he.,.

Partini Tuin dan Partinah Bosch (sumber : pribadi)

Terdapat juga binatang – binatang yang dibiarkan liar di taman balekambang antara lain rusa, angsa, dll. Interaksi pengunjung dengan binatang tersebut juga menambah meriah taman baelakambang

Taman bermain anak dan kolam renang mini (sumber : pribadi)

Fasilitas pendukung di tempat tersebut pun cukup lengkap, ada mushola, toilet, kantin, warung, dll.

Kesejukan dan rindangnya pohon – pohon di taman balekambang membuat betah pengunjung untuk berlama – lama di kawasan tersebut.

img-20161010-wa0018
Pohon yang Rindang (sumber : pribadi)

Taman Belakambang, taman yang penuh sejarah kini telah direvitalisasi dengan dibukanya pintu dari utara. Taman balekambang sekarang sering digunakan untuk menyambut tamu-tamu penting yang berkunjung ke Surakarta. Selain itu, juga sering digunakan untuk sebuah pesta terbuka, seperti resepsi pernikahan dan menjadi spot favorit untuk pre wedding. Beberapa acara nasional maupun international seperti festival payung nasional, solo jazz juga telah diselenggarakan beberapa kali di tempat tersebut.

yukpiknik.jpg
Festival Payung Nusantara di Taman Balekambang (sumber :yukpinik.com)

Benar – benar taman rekreasi yang tak lekang oleh jaman……..

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah);

Wisata Keluarga Asyik di Cimory Semarang

Minggu pagi saat itu, istri saja ingin sekali mengajak jalan – jalan bersama.  Belum terpikir akan kemana kita jalan – jalan. Kemudian istri teringat ada wisata yang akan kita kunjungi tapi belum sempat yaitu…… Cimory on the valley di Bawen Semarang…. Langsung deh saya mengandalkan google maps untuk mengetahui lokasi dan jarak tempuh ke tempat wisata tersebut. Ternyata jam buka mulai pukul 8 pagi dan hanya sekitar 1 jam jika ditempuh dari Boyolali dan letaknya di tepi jalan, akses yang cukup mudah bagi pemula. Kami pun langsung mengajak buah hati kami yang masih berusia 5 bulan dan dua adik kami……

p_20160807_105447edit

Selesai mandi dan makan, kami pun langsung berangkat pada pukul 8. Setelah melewati ring road Salatiga dan jalan Solo – Semarang kami pun sampai sekitar pukul 9. Tempat parkirnya sangat luas. Namun bila anda pernah mengunjungi Cimory di Puncak Bogor maka akan terasa berbeda karena udara disini cukup panas pada hari itu. Namun kami tak merasa malas dan kami pun langsung bergegas masuk ke farm atau peternakannya dengan membayar 10.000 per orang.

Di dalam farm kami melihat berbagai macam tempat edukasi yang menarik, mulai yang pertama kami mengunjungi peternakan sapi perah, namun sayang sabtu – minggu ternyata libur untuk memerah sapi sehingga kami hanya melihat sapi yang sedang makan – makan saja.

Peternakan Sapi Perah Mini di Cimory
Peternakan Sapi Perah Mini di Cimory

 

Kemudian kami berlanjut ke zona mini kebun binatang, disana terdapat berbagai macam spesies antara lain kelinci, burung jalak putih. ayam mutiara, rusa, dll…

Kebun binatang mini di Cimory
Kebun binatang mini di Cimory
Kelinci di Cimory
Kelinci di Cimory

 

Kemudian di sebelah zona kebun binatang terdapat zona tamanan dan kami pun menuju ke zona tanaman…..

zona tanaman cimory
zona tanaman cimory

Jaga kebersihan…. Disana sangat bersih lingkungannya dan terdapat peringatan yang unik untuk tidak membuat sampah dengan sembarangan karena telah disediakan banyak tempat sampah.

Setelah itu, menukarkan kupon dengan susu kedelai…. Satu kupon satu susu kedelai….

Setelah selesai jalan – jalan, kami pun merasa lapar. Disana kami tak sabar ingin merasakan sensasi susu segar di restoran cimory. Kami mulai memesan dengan pesanan berupa es susu coklat jelly, es krim tiga rasa, dan cemilan berupa jamur goreng serta lumpia. Susunya terasa enak dan berasa susu banget…. He… Ya kan memang di restoran susu sapi cimory…..

restoran cimory
restoran cimory

Setelah kurang lebih setengah jam menikmati susu segar, kami pun membeli oleh – oleh berupa coklat produksi cimory yaitu chocomory. Jangan lupa beli susu segarnya juga yang tersedia dari beerbagi kemasan. Disana juga ada berbagai macam souvenir menarik lho….. Tak lupa kami membelikan topi bentuk sapi untuk buah hati kami…

Coklat chocomory
Coklat chocomory
Susu dan Es krim cimory
Susu dan Es krim cimory

 

Sumber : Dokumentasi pribadi

Serunya Off Road di Gunung Kidul

dsc_0223

Pada hari Jumat, 29 Juli 2016, kami akan mengadakan acara gathering di Yogyakarta. Dengan penuh semangat, pagi – pagi sekitar 05.30 kami berangkat dari Jakarta dan tiba di Yogyakarta pada pukul 07.00. Dalam agenda, kami akan mengunjungi Desa Wisata Bejiharjo, Gunung Kidul. Di sana kami akan berpetualang off road dengan menggunakan Jip Wisata dan menyusuri goa pindul.

dsc_0012
Kami tiba di Desa Wisata Bejiharjo sekitar pukul 11.00 setelah berkeliling Kota Jogja dan Gunung Kidul. Setelah sholat Jumát, kami makan siang dan siap untuk berpetualang menuju off road Jip. Mari kita berpetualang menjelajahi hutan dan sungai……………..

 

dsc_0049dsc_0058
Pada etape pertama… he… kami akan menyusuri jalan aspal. Pemanasan dahulu katanya. Saat di perjalanan, kami disuguhi pemandangan yang luar biasa, kebun dan hutan di tepi kanan kiri sehingga menambah sejuk petualangan waktu itu. Ada juga perumahan penduduk yang berbatasan dengan kebun dan hutan. Terdapat anak – anak yang menyambut kami seakan – akan ada artis lewat. He.,. Nuansa hijau terus terhampar di sepanjang perjalanan. Subhanallah, sungguh indah pemandangannya. Padahal disana kawasan karst tetapi masih terdapat perbukitan hijau yang sungguh luar biasa. Bagian pertama jalan aspal ini masih biasa – biasa saja karena jalan relative datar dan halus.

dsc_0084
Etape kedua yaitu jalan tanah yang bergelombang. Pada etape kedua mulai merasakan sensasi off road, kami mulai diajak mendaki dan menuruni jalan tanah yang berbatu. Mereka terus mengajak kami melintasi jalan bebatuan yang membuat kami harus berpegangan erat di mobil supaya tidak ikut terjatuh. Jalan semakin ekstrim, tanjakan 45 derajat membuat mereka semakin menambah kecepatan supaya mobil bisa menanjak dengan baik. Brum… Brum… Brum… Deru mesin semakin kencang. Kami disarankan untuk rileks saja mengikuti arah guncangan mobil supaya tidak kram.

DSC_0178.JPG
Etape ketiga yaitu atraksi di tanah berlumpur. Pada bagian ketiga ini kami disuguhi pemandangan yang luar biasa. Para off roader menunjukkan kemampuan mereka untuk melakukan drifting masing – masing jip mereka. Jago – jago juga mereka melakukannya karena sudah latihan dan berpengalaman. Tepuk tangan bergantian dilakukan setelah satu  per satu selesai melakukan drifting yang membuat kami seakan naik roller coaster. Luar biasa……. Jalanan yang berlumpur membuatnya semakin licin dan lumpur mengotori pakaian kami. Setelah bergantian melakukan drifting, kemudian kami berkumpul dan melakukan foto bersama dengan latar belakang perbukitan dan jip mereka.

DSC_0200.JPG
Kemudian kami lanjut etape keempat yaitu sungai. Walaupun sungai tidak beraliran deras, tetapi sungai tersebut berbatu dan cukup dalam sehingga membuat kami berbasah – basahan ria. Jip tersebut sanggup melaju dengan baik walaupun permukaan air hampir menyentuh setengah badan mobil. Para off roader tersebut juga terus memacu kecepatan mobilnya sehingga air mengguyur kami yang berdiri di bagian belakang mobil Jip.

dsc_0336dsc_0289
Walaupaun ada mobil yang mengalami masalah pada saat di tengah jalan, hal itu tidak membuat kami kecewa. Kami merasakan sensasi off road yang luar biasa. Terima kasih atas petualangannya Desa Wisata Bejiharjo, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Sumber dokumentasi : pribadi

 

The Outstanding Holiday to The Candran Tourism Village-Yogyakarta

IMG_0972

“Exploration is really the essence of the human spirit”- Frank Borman.

 I have never forgotten the most interesting moment in my life while travelling with my friends to the Yogyakarta City, one of the most exciting city of Indonesia for tourism. That time, July 30th 2016, on Saturday,I and my friends were going to the Yogyakarta, exactly in the area of Candran Village. Some had known that Candran Village was one of the specially sub – urban area in Yogyakarta. Both domestic and international tourists come to the Candran Village for spending their holiday with naturally fresh air, exactly free from air pollution. Even though Candran was not as well-known as Borobudur Temple yet, I believed that we would never be dissatisfied by touring to the Candran. I guaranteed others to visit Candran because of the following reasons.

First of all, I like touring to the Candran because of the location and its culture. Candran is a village in sub – urban area in the Special Region of Yogyakarta. Located in the Southern Part of Yogyakarta, Candran was being a naturally grassy area. Of course, we would easily find the widely spread field, completed by its plow during our journey to the tourism center. I and all of my friends were going to go to the Candran by bus, just for 30 minutes from Center of Yogyakarta City. Because we were staying in the Mangkubumi Hotel, Center of Yogyakarta City, we planned to depart earlier (07.00 am) in order to arrive on schedule. After arriving, the most captivating moment which would be gotten from tourism center of Candran was that we got a welcome party from native citizens. Starting from riding a “Kereta Kelinci”- touring with a vehicle which was designed like a train, but without window (a vehicle which was connected with others), “Gejog Lesung”- welcome dancing with locally traditional dancers, “Nembang Jawa”- singing of a traditional java’s song, and closing with morning tea party together. After those events, we were invited by Village Secretariat for playing some special games in the muddy field.

IMG_0922 DSC_0318 DSC_0385 DSC_0428  DSC_0409 DSC_0461 DSC_0392IMG_1006

Then, Candran Village Secretariat had prepared some surprising games for us. We would play some muddy attractions in which most of the games were played by group. First game was plowing the field. This game required each palyer for plowing in a round trip (one route). In this game, we did not need group for running it because Candran Village Secretariat just prepared two pairs of buffalos, while a pair of buffalo was just for one player respectively. This game itself was not as easy as our prediction. Each player was challenged for running a pair of buffalos carefully, in order to they would go smoothly. Because of having a moody characteristic, each of a pair of buffalos must be handled appropriately by each player, particularly an amateur player. If those buffalos had not handled well, they would have stucked in their own place, so we could not be as a winner. Finally, among participants in this game, Mr. Ajat Sudrajat –Head of General Affairs Division of BSN- was a winner.

Second game was catching the duck. For this game, we were divided into two groups –five players in each group-. In this game, each group had to catch for the running duck, then, each of catched duck was calculated as a point for the successing group. The highest point was rewarded for group which having of the most catched duck. Mr.Ucup’s group was a winner -for men group-, and Mrs. Endang’s group was also a winner -for women group-.

IMG_0940

The last game was tug a war. I thought that tug a war was the most attractive game for enjoying Candran Tourism Village. We were divided into two big groups -7 to 8 players each group- in which both for men and for women were joined random in each group. The challenge of this game was that each group had to pull foe into their zone, then finally, one group were pulled to the its foe’s zone. Moreover, the area of playing was so challenging, because we had to compete and finish the competition into muddy area, completed by slippery condition. Therefore, the team who being as a winner was really wonderful team, and Mr.Iim’s team -Head of PNBP’s Subdivision of BSN- was a winner.

Finally, I and my friends find a small river -near from the competition area- just for cleaning our body temporary. Prior to go back to the Mangkubumi Hotel, we drink a glass of coconut water –fresh from its tree- and remain for taking some pictures with Candran Village Secretariat and some local citizens. Some may have their own holiday experiences. They have some special stories respectively. Only people who have experienced visiting in the Candran Tourism Village can also truly appreciate the most exciting touring of fresh and grassy area.

Wisata Populer di Klaten

petawisatabesar (pariwisataklaten.com)Klaten Bersinar……

Ya itulah slogan klaten atau biasanya anak gaul Klaten menyebutnya Klaten sebagai the shine of java. He.,. Sama saja kali ya.

Dimana letaknya Klaten? Klaten berada di antara Kota Jogja dan Kota Solo, dua kota budaya yang terbesar di Indonesia. Jadi anda dapat dengan mudah menemukan Klaten. Apalagi Klaten sekarang mulai popular karena wisatanya yang sudah mencuri perhatian masyarakat Indonesia.

Banyak wisata Klaten yang mulai popular di kalangan anak muda terutama pegiat media sosial mulai dari Instagram, Path, Facebook dan Twitter. Mereka mengeksplorasi dan mempopulerkan wisata tersebut. Udah tahu semua? Atau ada yang belum?

Candi Plaosan

Yang pertama adalah Candi Plaosan. Candi Plaosan terletak di Dusun Plaosan, Kecamatan Prambanan, Klaten Provinsi Jawa Tengah. Tepatnya terletak di sebelah timur Candi Prambanan dan Candi Sewu.

pariwisataindo

candi plaosan (www.jejaktraveling.com)

Candi ini merupakan candi kembar perpaduan Hindu – Budha. Menarik bukan? Kedua candi ini sangat berdekatan dengan nama Candi Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul.

Candi ini sangat familiar dan fenomenal di media social seperti Instagram dan Facebook. Hal itu dikarenakan pemandangannya cukup menarik karena candi ini terletak di tengah – tengah sawah. Aroma pedesaan sangat terasa dan pemandangan saat sunrise yang begitu indah. Banyak anak – anak muda yang berfoto ataupun sekedar ingin tahu Candi Plaosan tersebut.

Candi ini sudah cukup terkenal bagi warga Jogja, Solo dan sekitarnya.  Bahkan candi ini menjadi iklan RCTI. Lihat video ini https://www.youtube.com/watch?v=j8JopJoOYuc

Mengagumkan ya?? Untuk menuju ke Candi ini sangat mudah karena letaknya berada di pinggir Jalan Jogja – Solo. Anda dapat mengikuti Jalan Jogja – Solo, sampai di Kecamatan Prambanan, anda akan menemukan perempatan Hotel Galuh, selanjutnya ikuti jalan tersebut sampai perempatan Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah. Selanjutnya arahkan pandangan ke arah kanan dan Candi Plaosan sudah terlihat kemegahannya.

Tiket masuk cukup terjangkau dengan Rp 2000 saja sekaligus parkir. Fasilitas di Kompelek Candi Plaosan cukup seadanya saja. Tetapi, pengunjung dapat menemukan fasilitas tersebut di rumah warga karena sangat dekat dengan permukiman warga

Umbul Ponggok

Umbul Ponggok merupakan salah satu wisata air alami di Klaten. Umbul berarti mata air, sehingga kalian bisa berenang di kolam dengan mata air yang alami ini. Wisata air ini sangat terkenal di media sosial seperti Instagram, Path, Facebook dan Twitter dan menjadi salah satu ciri khas wisata air di Klaten. Umbul Ponggok memang bukan seperti kolam renang alami yang biasa karena umbul ini dirancang seperti taman laut Bunaken di Manado. Umbul ini dirancang seperti menyajikan pemandangan bawah laut dengan ikan – ikan hias yang beranekaragam dengan hamparan pasir dan bebatuan. Selain itu, suasana dasar laut juga bisa dirasakan saat kalian berenang bareng ikan air tawar yang berwarna-warni yang sengaja dipelihara di Umbul Ponggok. Benar – benar seperti suasana di dasar laut. Mengagumkan……

webwisata

Umbul Ponggok (www.webwisata.com)

Berbagai macam kegiatan seperti snorkelling, diving, foto bawah air dilakukan disini. Yang paling menarik adalah foto dalam air. Banyak sekali pengunjung yang melakukan foto dalam air hingga membawa benda – benda yang tak biasa berada di dalam air seperti motor, sepeda, televisi, dll. Sangat menarik ya? Kalau kamu mau bawa apa? He.,.

Bagi pengunjung yang tidak memiliki kamera underwater tidak perlu bingung. Di Umbul Ponggok terdapat jasa penyewaan kamera underwater dengan tarif yang sangat terjangkau. Selain itu juga disewakan kaki katak, pelampung, snorkel, dan ban. Sehingga pengunjung dapat melakukan berbagai macam kegiatan di tempat tersebut. Umbul Ponggok buka setiap hari pada jam 07.00 – 17.00 WIB. Tiket masuk pun sangat terjangkau, yaitu hanya Rp 5000,-

Lokasi tempat wisata unik ini berada tidak terlalu jauh dari kota Yogyakarta dan Solo karena sekitar 1 jam dari kedua kota tersebut. Lokasi kolam renang alami ini tepatnya berada di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Tepatnya berdekatan dengan Kantor Kepala Desa Ponggok. Sehingga Umbul Ponggok dapat dijadikan salah satu alternatif tempat rekreasi air yang sangat mengasyikan.

Umbul Manten

Selain Umbul Ponggok, terdapat juga Umbul Manten. Berbeda dengan Umbul Ponggok, Umbul Manten dibiarkan seperti kolam alami saja. Kolam mata air ini sangat jernih dan bening sehingga Anda dapat berenang dengan air yang segar dan alami di sini. Kegiatan berenang Anda akan terasa menyenangkan dan sejuk karena Umbul Manten terletak di tengah rerimbunan pohon besar.

Untuk menikmati kesegaran umbul ini tidaklah terlalu mahal. Kalian hanya akan dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 2000. Murah sekali bukan? Namun sayang karena belum digarap secara professional, fasilitas dasar seperti kamar mandi juga belum tersedia. Disini hanyalah ada sebuah kamar ganti yang masih sangat sederhana.

ngadem

Umbul Manten (www.ngadem.com)

Walaupun begitu, tempat ini sangatlah menarik dan sudah tersebar ke berbagai media sosial seperti Instagram sehingga direkomendasikan untuk Anda yang suka berenang di kesejukan mata air alami.

Keberadaannya sendiri tidak terlalu jauh dengan Umbul Ponggok memudahkan anda untuk mengunjungi tempat tersebut. Jadi, mungkin kalian bisa berkunjung ke dua Umbul di Klaten ini secara sekaligus.

Untuk menuju ke tempat wisata terbaru di Klaten ini sangat mudah baik dari Yogyakarta maupun Solo. Anda melewati Jalan Jogja – Solo kemudian belok ke arah Pemancingan Janti. Kira-kira setelah berkendara selama 10 menit kalian akan sampai ke Mata Air Umbul Manten.

Umbul Cokro Tulung

Lagi – lagi tempat wisata air. Ya……. Klaten memang banyak sumber mata air. Satu lagi yang terkenal yaitu umbul cokro tulung.  Area wisata ini lebih luas dibandingkan dua umbul sebelumnya. Umbul ini pun juga berbeda dari dua umbul sebelumnya karena Umbul Cokro Tulung dirancang terlihat lebih modern dan dilengkapi dengan waterboom yang bernama Waterboom Cokro. Waterboom Cokro memiliki fasilitas komplit seperti water sliding, kolam, dan taman air. Selain itu juga ada fasilitas flying fox. Walaupun sudah ada sejak zaman dulu, tetapi wisata ini juga masih banyak di upload ke Instgram, blog, dll.

tempatwisataseru.jpg

Umbul Cokro (www.webwisata.com)

Lokasi umbul ini berdekatan dengan Pabrik Aqua Klaten. Untuk menuju ke Umbul Cokro sangat mudah,  baik dari Solo atau Jogja dapat melewati Jalan Solo-Jogja, kemudian perempatan pasar Delanggu ke arah utara. Ikuti jalan terus hingga menemukan pabrik aqua hingga bertemu pasar kemudian belok kiri.

Karena terdapat waterboom, tentu biaya tiket masuk lebih mahal dari kedua umbul di atas yaitu seharga Rp 11.500 per pengunjung pada hari libur. Sementara itu, pada hari biasa, kalian hanya perlu membayar Rp 7.500 saja. Namun dengan harga tersebut masih dirasa tak terlalu mahal untuk bisa menikmati suasana segar nan rindang di Umbul Cokro.

Rowo Jombor

Kali ini tempat wisata ini berbeda, bukan wisata budaya bukan pula wisata alam, tetapi wisata kuliner yang di atas air…. Lho kok air lagi? He.,. Ya itulah salah satu keunikan Klaten.

Rowo Jombor merupakan salah satu wisata kuliner yang terkenal di Klaten. Tepatnya berada di Desa Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Rowo Jombor merupakan rawa yang sangat luas yang kemudian dibangun beberapa tempat makan di atas rawa tersebut kemudian dikenal dengan nama warung apung.

Disini menyediakan berbagai macam menu olahan ikan. Mulai dari gurame, bawal, kakap, nila, lele baik dibakar atau digoreng semuanya tersedia.

Rawa Jombor (panoramio)

Warung Apung Rowo Jombor (www.panoramio.com)

Hal menarik dan unik disini adalah tempat makan yang mengapung di atas air dengan ditopang beberapa bambu dan drum sehingga akan terasa bergoyang – goyang saat kita makan. Mereka dapat makan sambil memancing dengan pancing yang telah disewakan. Hal yang menarik lainnya yaitu untuk masuk ke warung apung dari parkir, pengunjung perlu naik perahu atau biasa disebut “gethek” yang terbuat dari bambu dan drum yang diikat pula. Makan ikan dengan pemandangan rawa dan pegunungan sangat nikmat. Silahkan untuk dicoba bersama keluarga atau sahabat. Wisata kuliner ini sangat popular di kalangan pecinta kuliner karena selain enak, pemandangannya juga indah. Maka tak heran banyak foto – foto di Instagram dan blog.

Lokasi Rowo Jombor sekitar enam kilometer di selatan kota Klaten, terletak di antara Yogyakarta dan Solo. Jika dari Jogja atau Solo dapat melewati Jalan Raya Jogja – Solo kemudian mengikuti jalur lingkar luar selatan. Ikuti jalur tersebut hingga sampai di Pertigaan Terminal Bus Klaten. Kemudian Anda belok ke selatan. Anda dapat mengikuti jalan tersebut ke arah Rowo Jombor sesuai dengan petunjuk yang banyak terdapat di sepanjang jalan

 

Selain itu masih banyak lagi wisata – wisata klaten yang bisa menarik untuk dikunjungi….

Maka dari itu, ayo eksplorasi wisata Klaten

Wonderful Klaten, Wonderful Indonesia.

 

Pilih Pakaian Bayi? Ya yang Ber-SNI.

Pameran.JPG

Pernah melihat si kecil kesayangan Anda mengalami iritasi kulit?? Bisa jadi salah satu masalahnya adalah baju si kecil Anda belum ber-SNI….

Untuk itu mari kita bahas

Mengapa pakaian bayi perlu SNI? Hal itu dikarenakan banyak pakaian bayi yang masih ditemukan mengandung bahan yang dapat menyebabkan iritasi dan bahan berbahaya lain seperti karsinogen, yaitu kandungan zat warna atau logam berat yang terekstraksi serta formaldehida,

Untuk itu perlu adanya pemberlakuan SNI untuk Pakaian Bayi yang bertujuan untuk melindungi bayi-bayi dengan pakaian yang tidak membahayakan tubuhnya yang masih sangat rentan. Pakaian-pakaian yang akan dikenakan oleh bayi-bayi di indonesia harus memiliki kadar azo dan formal dehid yang terkontrol. Karena dikhawatirkan zat-zat berbahaya tersebut dapat menyebabkan kanker dan mutasi genetik jika digunakan dalam jangka waktu lama.

Pewarna azo biasanya digunakan sebagai agen pewarna jelas, terutama merah, kuning. Zat warna azo berpotensi menghasilkan senyawa amino aromatik, yang kemudian dapat menyebabkan kanker. Zat ini juga mengandung aril amin yang jika sampai terpecah akan berbahaya bagi kulit anak karena bersifat karsinogenik dan terkadang menimbulkan alergi. Pakaian bayi yang dimaksud merupakan pakaian yang langsung bersentuhan dengan kulit, terbuat dari kain tenun dan kain rajut dari berbagai jenis serat dan campuran serat yang digunakan untuk bayi sampai usia 36 bulan

SNI Pakaian Bayi telah ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) yaitu SNI 7617:2013 dan telah diberlakukan secara wajib oleh Kementerian Perindustrian melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 07/M-IND/PER/2/2014.

Pemberlakuan SNI wajib untuk pakaian bayi tersebut mengatur standar dari beberapa parameter yang harus dipenuhi untuk produk pakaian bayi yang meliputi kandungan Zat Warna AZO, Kadar Formaldehida, dan Kadar Logam Terekstraksi. Dalam SNI tersebut juga telah diatur bahwa pakaian bayi yang diperdagangkan di Indonesia baik itu berasal dari hasil produksi dalam negeri maupun impor wajib memenuhi persyaratan:

–          Pakaian bayi harus teruji tidak menggunakan zat warna azo karsinogenik

–          Tidak terdeteksi kadar formaldehida dalam pakaian bayi

Kadar logam terekstrasi antara lain Cd (kadmium) maksimum 0,1 mg/kg, CU (tembaga) maks. 25, 0 mg/kg dan Pb (timbal) maks. 0.2 mg/kg dan Ni (Nikel) maks. 1,0 mg/kg (nno)

Lalu bagiamana kesiapan industry salam memproduksi pakaian bayi? Apakah sudah mengikuti SNI?

Dalam MEA 2016 ini, standardisasi telah menjadi salah satu bagian integral dalam kegiatan perdagangan internasional. Kesiapan dalam bidang standardisasi akan memperlancar transaksi perdagangan dan meningkatkan perkembangan produk lokal ke pasar domestik maupun global. Standardisasi juga berperan sebagai acuan dalam pemantapan struktur industri sesuai dengan kebutuhan pasar serta perlindungan konsumen khususnya dari serbuan produk impor yang berkualitas rendah dan membahayakan kesehatan, keamanan, keselamatan serta kelestarian fungsi lingkungan hidup.

Untuk memperlancar perdagangan, tentu saja beberapa Industri besar dan importir sudah banyak yang menerapkan SNI sukarela, sehingga produk mereka terjamin bebas dari kandungan zat-zat tersebut. Namun untuk IKM yang hanya membidik pasar lokal, justru belum banyak yang menerapkan SNI.

Salah seorang perajin pakaian bayi asal Kota Bandung, Sudrajat, mengaku baru tahu jika produk yang ia buat sekarang wajib bersertifikat SNI. Sedikitnya modal dan juga skala produksi yang masih kecil memang menjadi hambatannya dalam sertifikasi SNI. Untuk melakukan sertifikasi SNI, Sudrajat menginginkan bantuan dari pemerintah atau instansi terkait untuk memenuhi kewajiban ini. Tapi dalam produksinya Sudrajat telah  memilih bahan baku secara hati – hati supaya tidak merugikan konsumen.

Menurut Donny Purnomo dari Badan Standardisasi Nasional, standar memang kadang menjadi pisau bermata dua. Masyarakat perlu dilindungi dengan produk yang memenuhi standar, namun jika penerapannya salah, maka bisa membunuh industri. Karena itu, dibutuhkan skema agar dapat melindungi konsumen, namun juga tidak membunuh industri.  Tentu saja dengan standar diharapkan Pakaian Bayi dapat menjadi perlindungan bagi kesehatan si kecil.

Saya sendiri sekarang juga selalu memilih Pakaian Bayi yang Ber-SNI untuk putri saya. Baik itu baju, celana, kaos kaki, dll. Memang bahannya lebih lembut dan halus untuk kulit si kecil.

Jadi ayo sekarang pilih Pakaian Bayi Ber-SNI.